Ayah yang Dirindukan

*Dari sebuah milis*

Ada sebuah kisah dari Spanyol tentang seorang ayah dan anak yang lama terpisah. Sang anak lari dari rumah, dan sang ayah mencarinya selama berbulan-bulan tanpa hasil. Akhirnya, sang ayah memasang iklan di sebuah surat kabar ibukota, berbunyi:

Paco sayang, temui aku di depan kantor surat kabar ini, jam 12 siang, hari Sabtu. Semuanya sudah aku ampuni. Aku mengasihimu.

Ayahmu.

Di hari Sabtu itu, ada 800 orang bernama Paco berkumpul, untuk mencari kasih dan pengampunan dari seorang ayah yang sangat mengasihinya.

Statistik mengatakan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih ayahnya akan tumbuh dengan kelainan perlaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam. Sekitar 70% dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.

Ayah dan Anak

Para ayah, Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda. Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan  ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV.

Peluk anak-anak Anda, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran & moral. Dan Anda tidak akan menyesal, karena anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan & persiapkan.

 

- Dad is a Son’s first hero and a Daughter’s first love - :)

shmily

I have read this story for timeeeeess… and there always amazing tears left behind.. “shmily” i will put this ones also in our marriage :)

Kakek dan Nenekktrue loveu sudah lebih dari setengah abad menikah, namun tetap memain kan permainan istimewa itu sejak mereka bertemu pertama kali. Tujuan permainan mereka adalah menulis kata “shmily” di tempat yang secara tak terduga akan ditemukan oleh yang lain. Mereka bergantian menulis “shmily” di mana saja di dalam rumah. Begitu yang lain menemukannya, maka yang menemukan sekali lagi mendapat giliran menulis kata itu di tempat tersembunyi.

Dengan jari mereka menorehkan “shmily” di dalam wadah gula atau wadah tepung, untuk ditemukan oleh siapapun yang mendapat giliran menyiapkan makanan. Mereka membuatnya dengan embun yang menempel pada jendela yang menghadap ke beranda belakang, tempat nenekku selalu selalu menyuguhkan puding warna biru yang hangat, buatannya sendiri.

 ”shmily” dituliskan pada uap yang menempel pada kaca kamar mandi setelah sese orang mandi air panas; kata itu akan muncul berulang – ulang setiap kali ada yang selesai mandi. Nenekku bahkan pernah membuka gulungan tisu toilet dan menulis “shmily” di ujung gulungan itu.

“Shmily” bisa muncul di mana saja. Pesan – pesan singkat dengan “shmily” yang ditulis tergesa-gesa bisa ditemukan di dasbor atau jok mobil, atau direkatkan pada kemudi. Catatan-catatan kecil itu diselipkan ke dalam sepatu atau diletakkan di bawah bantal. “Shmily” digoreskan pada lapisan debu di atas penutup perapian atau pada timbunan abu di perapian.

Di rumah kakek nenekku, kata yang misterius itu merupakan sesuatu yang penting, sama pentingnya dengan perabotan. Aku memerlukan waktu yang lama sekali sebelum benar-benar bisa memahami dan menghargai permainan kakek-nenekku.

Sikap skeptis membuatku tidak percaya bahwa cinta sejati itu ada – cinta yang murni mengatasi segala suka dan duka. Meski begitu, aku tak pernah meragukan hubungan kakek-nenekku. Mereka sungguh saling mencintai.

Dengan cinta yang lebih mendalam daripada kemesraan yang mereka tunjukkan; cinta adalah cara pedoman hidup mereka. Hubungan mereka didasarkan pada pengabdian dan kasih yang tulus, yang tidak semua orang cukup beruntung untuk mengalaminya.

Kakek dan nenek selalu bergandengan tangan kapan saja kesempatan memungkin kan. Mereka berciuman sekilas bila bertabrakan didapur mereka yang mungil. Mereka saling menyelesaikan kalimat pasangannya. Setiap hari mereka bersama-sama mengisi teka-teki silang atau permainan acak kata. Nenekku membisikkan kepadaku bahwa kakekku sangat menarik, dan bahwa semakin tua Kakek semakin tampan. Menurut Nenek, dia tahu ” bagaimana membuat Kakek bahagia.” Sebelum makan mereka selalu menundukkan kepala dan mengucap syukur atas rakhmat yang mereka terima: keluarga yang bahagia, rezeki yang cukup, dan pasangan mereka.

Tetapi, dalam kehidupan kakek-nenekku ada satu sisi kelam: Nenekku menderita kanker payudara. Penyakit itu pertama kali diketahui sepuluh tahun sebelumnya. Seperti yang selalu dilakukannya, Kakek mendampingi Nenek menjalani setiap tahap pengobatan. Dia menghibur Nenek di kamar kuning mereka, yang sengaja dicat dengan warna itu agar Nenek selalu dikelilingi sinar matahari, bahkan ketika dia terlalu sakit untuk keluar rumah.

Sekali lagi kanker menyerang tubuh Nenek. Dengan bantuan sebatang tongkat dan tangan kakekku yang kukuh, mereka tetap pergi kegereja setiap pagi. Tetapi nenekku dengan cepat menjadi lemah sampai, akhirnya, dia tak bisa lagi keluar rumah. Kakek pergi ke gereja sendirian, berdoa agar Tuhan menjaga istrinya. Sampai pada suatu hari, apa yang kami takutkan terjadi. Nenek meninggal.

“Shmily” Kata itu ditulis dengan tinta kuning pada pita-pita merah jambu yang meng hias buket bunga duka untuk nenekku. Setelah para pelayat semakin berkurang dan yang terakhir beranjak pergi, para paman dan bibiku, sepupu-sepupuku, dan anggota keluarga lainnya maju mengelilingi nenek untuk terakhir kali. Kakek melangkah mendekati peti mati Nenekku lalu, dengan suara bergetar, dia menyanyi untuk Nenek. Bersama air mata dan kesedihannya, lagu itu dia nyanyikan; lagu ninabobo dalam alunan suara yang dalam dan parau. Tergetar oleh kesedihanku sendiri, aku takkan pernah melupakan saat itu. Karena pada saat itulah, meskipun aku belum dapat mengukur dalamnya cinta mereka, aku mendapat kehormatan menjadi saksi keindahannya yang abadi.

Terima kasih, Kakek dan Nenek, karena telah mengizinkan aku melihatnya.

S-h-m-i-l-y: See How Much I Love You.. Lihat, betapa aku mencintaimu

.s.e.p.a.t.u.

Hari ini aku mengikuti Ibsus setelah hari sebelumnya menikmati liburan singkat. Badan rasanya sangat sulit diajak kompromi, masih ingin berleha-leha di atas tempat tidur. Saat khotbah, pikiran ku melayang. Entah karena kondisi fisik ku yang belum pulih total, atau karena si bapak pendeta ini terlalu  selow  khotbahnya, aku tidak dapat menangkap inti hari ini. Kuraihlah lalu kubaca Buletin Ibsus edisi minggu ini. Salah satu bagiannya seperti ini  :

Filosofi Dasar Dalam Hidup

Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yang sebelah juga ?” Si bapak tua menjawab, “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”

Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup – jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik.

Ini semua dapat diartikan :
supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.
Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan.

Berkeras hati & berusaha mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya. Karena tiada badai yang tak berlalu. Tiada Pesta yang tak pernah Usai. Semua yang ada didunia ini tiada yang abadi.

Hohohoho…. hatiku merasa tertikam dengan pernyataan ini  “Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.“ Rasanya seperti cerita ini dibacakan untukku saat ini. Apakah memang sudah saatnya bagiku untuk melepaskan .S.E.P.A.T.U. ku dan berharap mendapatkan yang lebih baik lagi?? It’s end of May already..

Pohon, Daun dan Angin

Cerita ini sudah berulang kali ku baca, namun tetap saja.. aku terkesima oleh apa yang ada di dalam nya. Selamat membaca teman-teman


POHON
Orang-orang memanggilku “POHON” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali.

Ada satu wanita yang sangat AKU cintai, tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh yang sexy. Dia sangat peduli dengan orang lain, religius, tapi dia hanya wanita biasa saja. AKU menyukainya. Sangat menyukainya. Gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandirian nya, kepandaiannya dan kekuatannya.

Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. AKU takut jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. AKU takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. AKU merasa dia adalah “sahabatku”. AKU akan memilikinya tiada batasnya, tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Alasan yang terakhir membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tau AKU mengejar gadis-gadis lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun.

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah,“Lanjutkan saja” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak dan merah. AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, tapi AKU tertawa bercanda dengannya seharian di ruang itu. Di sudut ruang itu dia menangis, dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi AKU masih tetap bersama pacarku. AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. AKU juga sedih.

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku. AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku. Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. AKU tau pria itu, dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.

AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya. Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya. Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Handphoneku bergetar, ternyata ada SMS masuk, SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis. SMS itu berbunyi, ”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

DAUN
AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan. Selama 3 tahun AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”. Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.

AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa. AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati. AKU tahu kesukaannya, kebiasaannya, tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ? Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya, memberinya perhatian, menemani,dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam, mengharapkan dia mengirimiku SMS. AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku, karena itu, AKU menunggunya.

Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah. Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu. Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. AKU berpikir apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku. AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik. Akhirnya AKU meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.

“DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

ANGIN
AKU menyukai seorang gadis bernama Daun. karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat. Angin akan meniup Daun terbang jauh. Pertama kalinya AKU melihat seseorang memperhatikan kami. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman-temannya memerhatikan Pohon.
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja tak kulihat dia, AKU merasa sangat kehilangan.

Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun. Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi. Esoknya, Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon. AKU melangkah dan tersenyum padanya, Kuambil secarik kertas, kutulis dan kuberikan padanya, Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku. Esoknya, dia datang menghampir ku dan memberikan kembali kertas itu. Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon. AKU melihat kearahnya, kuhampiri dengan kata-kata itu. Sangat pelan, dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku.

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU, tapi AKU akan berusaha agar suatu  hari dia menyukaiku. Selama 4 bulan, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan, tapi AKU tidak menyerah. Keputusanku bulat, AKU ingin memilikinya dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.

Aku bertanya, ”Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas? Mengapa kau selalu membisu?” Dia berkata, “AKU menengadahkan kepalaku”. “Ah?” Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar. “Aku menengadahkan kepalaku !” dia berteriak.

Kuletakkan telepon, melompat, dan berlari seribu langkah ke rumahnya. Dia membuka pintu bagiku, Ku peluk erat-erat tubuhnya…

“DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

terima kasih untuk siapapun yang menulis kisah ini… sangat inspiratif.. BAGUS SEKALI =)

Yang Tak Bisa Diucapkan Ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya….. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari. Tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,  Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

 Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan perasaan khawatir itu berlarut – larut… Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu….. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, lalu menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa…. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan yang sangat kucintai itu telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita… Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis… Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.. 

Galz :

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain. Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT ! Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;) Yes I love you so much, Pa…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 115 other followers