Kesrimpet Bola :)

Sepak Bola IndonesiaSecara jujur, saya mengakui kalau saya tidak begitu tertarik dengan dunia benda bundar yang sangat dicintai sebagian besar kaum pria ini. Pernah ditengah-tengah trend bola yang sedang menghangat, saya menulis status pada jaringan pertemanan saya seperti ini : Terjebak diantara pembicaraan dua pria, tentang bola.. apa bagusnya sih bola bundar direbutin 20 pria.. tp begitu dapet langsung di tendang.. *sigh*   Tidak perlu menunggu waktu lama, kedua pria yang saya maksudkan langsung mengomentari ( baca : protes! ) hahaha..

Euphoria sepak bola tiba-tiba secara magis menghipnotis Indonesia beberapa pekan belakangan ini. Ya sebenarnya demam sepak bola agaknya seperti kapal selam, muncul sesaat pada saat-saat tertentu, kemudian tenggelam dengan sendirinya. Okeh saiyah tidak mau berdebat disini, ini adalah pandangan saiyah.. sekali lagi pandangan saiyah *dari pada dikeroyok sama fanatisan bola diluar sana* ;D 

Memang ada beberapa rekan yang saya kenal dengan baik, memiliki kehidupan yang tidak bisa terlepas dari sepak bola. Mereka dengan antusias bermain sepak bola ataupun futsal, menyelenggarakan pertandingan-pertandingan bola, menonton bola, ataupun sekedar mengikuti gosip seputar pemain bola yang katanya guanteng-guanteng itu. Oleh karena sekarang sedang hangat-hangatnya AFF maka saya akan melihatnya dari sisi perempuan awam yang tidak suka bola namun kesrimpet bola :)

Katanya permainan bola Tim Nasional Indonesia sedang bagus-bagusnya. Ya setidaknya hal itulah yang dikatakan media akhir-akhir ini. Timnas masuk final AFF. Menjelang final ini, sekitarku kasak-kusuk mulai mencari tiket final yang leg keduanya akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Dalam hati, ya tinggal datang, beli tiket, masuk, nonton, selesai. Namun tidak begitu ceritanya. Salah seorang sahabatku, jauh-jauh dari Banjarmasin sana menelephone, mulai mencari kesempatan mendapatkan tiket ini. Merasa lucu dengan semangatnya mendukung Timnas, ditambah dengan rasa kasian karena dibela-belain nonton di tengah-tengah liburan Natal – Tahun baru nya ini, maka aku menghubungi rekanku penggila bola juga yang kebetulan memang pasti membeli tiket finalnya. Kupikir ini akan menjadi hal yang sangat mudah. Daaaaan.. byaaaarr.. aku salah besar. Rekanku yang kutitipkan tiket ini ternyata harus sampe nginep-nginep di GBK, berhadapan dengan keriuhan sesama calon penonton ditengah caruk maruk dunia ticketing yang sedang kalang kabut, tidak siap menghadapi lonjakan masa yang entah dari mana datangnya. *daaaaaaangg* Yang pasti, banyak orang itu datang berbondong-bondong untuk mendukung Indonesia di laga AFF ini.

Saat final di Malaysia, saya hanya menontonnya dari kamar adikku yang saat itu memilih nonton bareng dengan teman-temannya. Jadilah si wanita yang tidak suka bola ini, mencoba menonton bola di dalam kamar :D  Ditengah-tengah pertandingan, sesekali aku membuka situs jejaring sosial : FB dan Twitter. Yaaa.. bisa ditebak, hampir semua status dan tweet bertemakan sama, dukungan terhadap kaum pria yang sedang berjibaku memperebutkan sebuah bola mungil di tengah lapangan hijau, dan kemudian menendangnya *tolong jangan dirajam yaaah saiyah :D

Satu hal yang menarik perhatianku adalah, ternyata orang – orang yang meng update status dan men tweet itu, yang kukenal baik, ternyata bukanlah orang-orang yang selama ini kuketahui menyukai sepak bola. Namun dengan antusias, mereka menyatakan dukungannya terhadap Tim Nasional Indonesia. Pertandingan sudah berlangsung sekian lama, aku masih saja sibuk ber sms an dengan beberapa teman, sambil berusaha menonton bola. Kalau tidak salah ingat, di babak kedua, mataku menangkap sesuatu yang tidak lazim di layar TV, hmmm.. sesuatu tentang laser-laser an. Saya tidak mau menuliskannya disini, cukup googling laser final AFF dan kau akan tahu ceritanya :) Tak ayal lagi, sebagai orang Indonesia ( Indonesia yaaaah.. bukan Endonesia, catet!) saya ikutan menjadi panas, ku update lah status di FB : Ahaaay it seems that Malingsia do everything for this match.. huuuu.. Malu2 in!! Indonesia nanti ga boleh gt yah… Tetep sportif.  Dalam hati, saya berpikir, kenapa juga saya meng update status seperti ini ya? Laaaah kan saiyah ngga suka sepak bola.

Menit berjalan, sebagian kecil Timnas kehilangan konsentrasi. Mulailah kemasukan roh roh halus.. eh engga deh.. kemasukan bola. Kini saya sudah menghentikan kegiatan lain selain menonton si benda bundar itu. Ikutan geram dan deg-degan. Dan hari itu pertandingan ditutup dengan 3-0 untuk pihak lawan. Kemudian saya Ikutan sedih dan ikutan kecewa. Looohh..iki piye toh?? saiyah kan tidak suka bola!!

Dan hari ini adalah final leg kedua yang akan berlangsung di Jakarta. Hari ini saya berjanji untuk tidak lagi menonton sendirian di kamar. Jadilah saya membuat janji dengan teman untuk nonton bareng di sebuah tempat. Menjelang pertandingan, aku melihat jalan raya yang biasanya sangat padat , menyepi, namun di pinggiran jalan, selalu saja terlihat kerumunan orang-orang di depan TV. Tempat yang saya tuju masih cukup kondusif, kami mendapatkan meja nyaman di depan layar lebar yang sudah dipasang oleh yang empunya tempat. Walaupun hanya kira-kira 30-40 orang yang ada di ruangan tersebut, ternyata tidak membuat antusiasme mendukung Timnas pudar. Tidak sama sekali. Bapak-bapak, Ibu-ibu, kaum dewasa, pemuda, ABG ( termasuk salah satunya ABG labil yang sangat menyebalkan itu ), bahkan anak-anakpun ikutan berteriak kala geram, bersorak ketika goal dan bersungut sungut ketika kebobolan gawang. Benar-benar situasi yang sangat menyatu. Antar meja tidak saling mengenal, namun kami semua menghadirkan emosi yang sama pada saat-saat tertentu. Sesekali saling menyapa atau melempar senyum, ataupun berbagi kesedihan dan kekecewaan dengan meja sebelah. Sekali lagiii.. ngga kenal looh.

Begitu saktinya si benda bundar itu, sehingga ia dapat menyatukan kami yang sama sekali tidak kenal dalam luapan emosi yang sama, tujuan yang sama, doa yang sama. Hanya kami?? tidak dooonk.. di luar sana, terutama mereka-mereka yang berkesempatan menonton langsung di GBK juga terhipnotis olehnya. Setelah kutelaah lebih lanjut, alangkah indahnya si benda bundar itu, dia telah berhasil menyatukan jutaan orang, dari berbagai latar belakang yang berbeda, umur yang jauh berbeda, golongan yang (katanya) berbeda menjadi satu di tengah kemajemukan bangsaku ini. Bayangkan, si pemimpin bangsa ini, dan si pedagang asongan yang sedang menjajakan barang dagangannya di GBK, bisa dalam euphoria yang sama. Permasalahan cara berdoa tidak menjadi kendala lagi, semua berdoa dengan caranya masing-masing demi satu permintaan. Aaaaahh indahnya.

Bukan hanya itu, hari ini aku juga belajar tentang perjuangan. Walaupun sudah diambang kekalahan, namun Timnas tidak patah semangat. Terutama di 15 menit terakhir, aku melihat ini yang namanya bangsaku yang sedang berjuang. Berjibaku dengan keringat, berjuang seolah-olah tidak ada kata kalah dalam kamus bahasa Indonesia, namun tetap sportif dan memanusiakan manusia. Sungguh malam ini, semangat nasionalisme ku terpompa. Bangga sekali rasanya melihat perjuangan pria-pria yang dengan bangga menaruh lambang Garuda di dadanya itu. Tidak heran tag #Garudafightsback menjadi trending topic di Twitter.

Peluit panjang ditiupkan, tanda pertandingan sudah usai. Apakah lantas semua menjadi lemas?? Ternyata tidak, kami semua yang berada di dalam ruangan itu kemudian serentak berdiri, memberikan tepuk tangan sangat meriah untuk Tim Merah Putih seolah-olah kami sedang berdiri berhadapan dengan mereka. Sayapun pastinya ikutan berdiri dan bertepuk tangan.. *katanya ngga suka bola* (=,=)”

Ada yang sangat mengherankanku dalam euphoria Sepak Bola kali ini, di samping kisah perjuangan Timnas tadi, yaitu masalah supporter. Ya, supporter dalam berbagai kalangan ini tidak menunjukkan tindakan anarkis sama sekali. Sangat berbeda dengan dugaanku sebelumnya yang menyatakan pasti rusuh kalau kalah. Dari media saya mengetahui, bahwa sepanjang jalan yang dilewati para supporter, bergema yel yel yang mengelu-elukan Indonesia, berkumandang lagu Garuda di dadaku ( terutama di GBK saat itu), dan supporter jauh dari anarkis. Hebat!

Itu baru kejadian di dunia nyata. Beralih ke dunia maya, tidak kalah takjubnya. Tag #Garudafightsback, #loveindonesia menjadi Trending Topic Twitter kawasan Indonesia, bahkan untuk dunia! *ya iyalaah.. ibu kota Twitter dunia kan masih dipegang Indonesia* Tidak hanya itu, bahkan bangsa yang beranjak dewasa ini dengan megahnya turut mengucapkan selamat dalam tag #CongratulationMalaysia. Terakhir, yang tak kalah membuatku kagum adalah ucapan terima kasih yang tulus kepada sang pelatih Alfred Riedl dalam tag #thankyouriedl bahkan mengalahkan kedua tag sebelumnya. Aaaaaahhh.. saiyah ikutan terharu (T _ T)”

Oh iya, dalam account Twitternya salah seorang Timnas menyampaikan kekagumannya atas Indonesia : “aku rindu persaudaran d gbk,dmn tawa pemimpin kt n pedagang asongan melebur jadi satu…sesuai smboyan bangsa..bhineka tunggal ika…” @arifsuyono

Seandainya semua masalah yang ada di dalam bangsa ini bisa dilihat seperti kita menyikapi Pertandingan Sepak Bola AFF hari ini, tentunya bangsaku akan semakin berkembang menjadi bangsa yang besar. Dalam hati kemudian aku bernyanyi untuk Indonesia dan pastinya untuk Tim Nasional Indonesia : Garuda di dadaku, Garuda kebangganku, kuyakin lain kali pasti menang! ;)

*kisah seorang perempuan yang kesrimpet bola*
@missgalz

PMS ooh PMS

Si Pinky berbunyi, aku melihat layarnya. Ternyata salah seorang teman yang menghubungiku.  hmm… di tengah malam seperti ini??? Ada apa gerangan ??pikirku

“ Hallo “ kataku santai.

“ Hallo… mampus.. mampus… tolongin gw donk Ter… cewe gw marah-marah tanpa sebab..  galak banget!! “ katanya membabi buta.  Ooowww…  :)

Esoknya, aku menemani seorang teman wanitaku untuk makan malam. Dan hari itu dia memesan porsi super. Mari kita lihat : dua potong ayam, satu porsi nasi, dua gelas minuman bersoda, satu porsi kentang goreng, satu porsi spaghetti dan ditutup dengan secangkir ice cream chocolate. Hmm.. Dalam hati aku berkata, ini sih bisa buat dua orang. Dan perutku pun mendadak kenyang :)

Di hari berikutnya, aku melihat kasus lain. Aku menemukan seorang teman wanita tanpa alasan (yang jelas) menangis begitu saja hanya karena tidak ada yang mau mengantarkannya ke lapangan parkir, lalalala…

Contoh nyata lainnya adalah ketika aku menemukan seorang rekan kantorku (marketer loh ) yang menjawab telephone dengan ketus dan kemudian menutup telephone dengan setengah membantingnya… hadoooh.. hadoooh…

Lalu hari berikutnya, pada jam kerja aku kembali menerima sms dari salah satu teman baik wanita ku :

PMS nih, emosi jadi ngga jelas. Wanna go home, nonton dvd series sampe bosen ;)

Tepat kemarin sore, saat sedang mengantri di kasir pembayaran, aku mendengar keributan kecil di belakangku. Lalu aku mendengar si Wanita berkata dengan manjanya : Ayaaaank… kamu ngerti in aku donk.. aku kan lagi PMS. Duh rasanya aku ingin berteriak kepada pria yang sedang mencoba (dengan keras) untuk menyabarkan dirinya itu : Get out from here man !! ;)

Atas permintaan pelanggan, halaaaah! akupun diminta menambahkan PMS versiku. Begini ceritanya ;) Suatu pagi aku melihat pada sebuah situs foto-foto dirinya bersama teman-temannya. Dan memang kebetulan ada satu makhluk yang menyebalkan disana. Gara-gara foto ini aku jadi uring-uringan sepanjang hari, memikirkan hal-hal yang jauh dari penting. Padahal sih, bukannya GR, sebenarnya aku jelas tahu siapa yang setiap waktu ada di dalam hati dan pikirannya. Pastinya, sama sekali jauh dari makhluk itu. Tapi yang namanya lagi PMS, antara otak dan hati lagi musuhan barang kali. hahaha

Huahahahaaa… seperti itulah kira-kira kasus yang menimpa sebagian (besar) wanita sesaat sebelum tamu bulanannya mampir.

PMS alias Premenstrual Syndrome. Dua kata ini begitu akrab di telinga wanita ( pssst.. sebagian pria juga sih ). PMS meliputi sekelompok gejala fisik, psikologis dan gejala perilaku yang dihubungkan dengan siklus menstruasi wanita. Gejala ini biasanya muncul sekitar satu minggu sebelum seorang wanita mengalami haid.

Pada masa tersebut, wanita sering kali uring-uringan secara tidak jelas, lebih emosional, dan bahkan sebagian besar wanita nafsu makannya menyeramkan. Hehehe.  Ajaibnya, banyak wanita yang merasa berhak diperlakukan istimewa pada saat ini loh.  Hayooo.. iya apa iya?? ;) Penasaran dengan apa fakta sebenarnya, aku memutuskan untuk googling tentang si sakti PMS ini. Eheeem.. sedikit tercengang sih dengan fakta-fakta yang kutemukan. Hihihi..

Saat PMS, sekitar 85 % wanita haid mengalami minimal satu dari gejala berikut ini : Depresi, iritabilitas, menjadi ekstra-sensitif terhadap penolakan, perut menjadi kembung, meningkatnya nafsu makan, pastinya berat badan yang meningkat, pembengkakan oleh karena terjadinya penumpukan cairan di payudara, Sakit kepala dan perubahan mood. Dalam kasus yang lebih ekstrim, PMS pun dapat menimbulkan depresi, terkadang sampai memunculkan perasaan ingin bunuh diri, dan bahkan keinginan melakukan kekerasan kepada diri sendiri ataupun ke orang lain. Waduuuuhh.. gawaaaaat !!!

Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain mengatakan karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti  sedang menyelidiki  salah satu kemungkinan lain, yaitu adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Dan.. eheeem kemungkinan lain yang berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Tak puas dengan hasil yang ada, aku melanjutkan perselancaranku di dunia maya. Fakta yang kutemukan dari salah satu penelitian Ova Emilia dari FK Gadjah Mada Yogjakarta menyatakan bahwa : Sebanyak 95% perempuan INDONESIA mengalami gejala premenstruasi. PMS sedang hingga berat diderita berturut-turut oleh 3,9% dan 1,1%, angka tersebut lebih rendah dibanding perempuan Barat, Cina ataupun Jepang. Gejala premenstruasi sedang hingga berat dan PMDD diderita oleh 5% perempuan, dan terutama mengenai usia 20-29 tahun. Pengobatan tidak lazim digunakan, tetapi terapi herbal untuk mengurangi gejala premenstrual banyak digunakan  Hadooh.. hadooh.. kok jadi berasa nulis pendahuluan Thesis tentang PMS yah… hihihi

Dari sebuah situs aku juga menemukan jika ternyata di Inggris, negaranya Ratu Elisabeth II itu, ada lembaga khusus yang dibentuk pemerintah Inggris untuk menangani PMS penduduk wanita yang bernama NAPS (National Association for Premenstrual Syndrome ). Hal ini dilakukan karena 97% dari wanita berusia produktif di negara tersebut mengalami PMS. Bahkan 13% dari kelompok tersebut terpaksa secara rutin tidak masuk kantor saat menstruasi dan menyebabkan kerugian negara sampai berjuta-juta poundsterling setiap tahunnya. Dalam hati aku berkata, kalau dibelikan makanan dan minuman, sudah berapa ribu anak yang bisa makan dengan layak? ck..ck..ck..

Aku terus membaca, dan sesekali tertawa dengan fakta-fakta yang kutemukan. Memang PMS tidak dialami oleh seluruh wanita. Namun sebagian BESAR wanita mengalaminya. Aku merasa beruntung, karena PMS ku ternyata tidak segawat wanita-wanita lain di sekelilingku =)

Kembali ke kisah-kisah nyata di atas sana.. hihihi… Ternyata wanita sering kali merasa bersalah atas sikap-sikap buruk nya selama PMS ini. Sayangnya, yang paling banyak menerima perlakuan tidak adil ini justru orang-orang terdekat, bisa orang tua, anak, sahabat, pacar dan pastinya suami. Hoahahaha… ( kali ini saya benar-benar tertawa! ).

Mari kita sama-sama mencari tahu lebih lanjut tentang PMS ini. Catatlah periodenya dan bersiaplah untuk hal-hal mengejutkan diluar sana. Aku mengajak teman-teman wanitaku untuk lebih mengontrol emosinya ketika ia sedang dalam masa PMS, paling tidak jauhilah dulu “orang-orang tak berdosa” itu agar hatinya tidak terluka ;)  Janganlah terus menerus berlindung dibalik alasan PMS mu itu untuk marah-marah.. hoahaha.. Dan kepada rekan-rekan priaku, tolong pahamilah kami wanita. PMS itu memang faktor hormon, tidak dibuat-buat dan tidak berlangsung lama kok, hanya sejenak saja. Dan mungkin akan lebih baik, jauhilah kami ( UNTUK SEMENTARA) hahahaha…

Hello world!

Hallo… satu hari setelah peringatan Peringatan Sumpah Pemuda yang ke 81, saya menelorkan eh salah membuat blog baru yang (semoga) kali ini digarap lebih serius. hehe.

Selamat membaca ;)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 115 other followers