Dear Adams :)


Dunia ini terlalu kecil, ataukah memang networking ku hanya segitu – segitu saja yah? :D

Aku memiliki dua teman yang kukenal dalam masa, lokasi dan cara yang berbeda. Sebut saja namanya, Mawar dan Melati ( Halaaaah!) ;) Keduanya tidak saling kenal. Hmmm.. mungkin kenal dan pernah bertemu, tetapi tidak terjadi banyak interaksi diantara keduanya.  Wanita, memang memiliki kebiasaan untuk saling bercerita. Ya beginilah kisah nya :D

Suatu sore, di akhir pekan, Mawar mengajakku untuk “mencicipi ice cream di sebuah cafe” *lalalala… you know what I mean* :D Pastinya bukan hanya kegiatan “mencicipi” yang terjadi disana, tapi….. ya begitulah ;p  Dari hasil icip – mengicip ini ( apaaa sih?? ) lalu berlanjut ke acara curhat bersama. Hahaha. Kalau boleh jujur, aku sudah tahu, pastilah kisah sore menjelang malam ini akan berakhir kemana.

Mawar bercerita tentang kehidupannya, dimana saat ini dia sedang sangat jatuh hati pada seorang pria. Sebut saja namanya “Boy” ( sedang malas mencari nama samaran ). Segala sesuatu yang sudah dia lakukan untuk berusaha membuat si Boy ini mengerti akan isi hatinya yang terdalam *astagaaaaa bahasanya!* Setidaknya, Si Mawar sudah bela-belain naik Trans Jakarta dengan waktu yang sebisanya disesuaikan dengan si Boy, dengan harapan akan “tidak sengaja” bertemu di halte transit. Belum lagi usaha untuk sekedar membawa cemilan kecil untuknya, atau frekuensi menyapa lewat bbm minimal 3x sehari ( kayak jadwal makan obat deh ).  Sebenarnya, aku mengenal baik si Boy ini, lebih dari yang Mawar ketahui. Aku tahu kebiasaannya, aku tahu segala kebaikan si Boy ini yang sudah membuat jutaan wanita menangis terseok-seok ( ini blogger nya lagi lebay abiz). Tapi semua itu, tak juga membuat si Boy bergeming.

Sekarang aku akan bercerita tentang si Melati. Wanita yang akhirnya jatuh cinta ini ^_^ dengan malu-malu mengakui, kalau dia sedang memerhatikan seorang pria secara khusus. You know whatif you love someone, you can tell. But if you are in love with someone… EVERYONE can tell hahahaha. Tidak butuh lama bagiku untuk mendapatkan kepastian… yeeeess she’s in love. Hahaha. Yang mengagetkan adalah, ketika suatu minggu pagi, aku melihat si Melati ini dengan riasan wajah yang berlebihan. Lalu segera kupastikan, apa yang terjadi dengannya ( baca : matanya). Malu-malu, si Melati mengakui, kalau dia habis menangis semalaman tadi. Haiyoooooohhh.. siapa diantara kita yang juga pernah merasa melakukan hal yang sama?? Dan saiyahpun (turut) mengacung kan jari :D

Dengan hati-hati, kutanyalah, apa yang mampu membuat  si Melati, wanita (agak seperti pria) ini, bengkak matanya di pagi hari. Ternyata, masalah hati. Dia sudah pada tahap menyerah. Dan hal yang membuatnya menyerah, adalah ketika hati kecilnya berkatanya padanya, kalau si pria ini bukanlah yang empunyatu;ang rusuk yang bersemayam di dalam tubuhnya kini. Namun terlalu sakit baginya untuk menyapih perasaan yang sudah terlanjur menjalari hatinya. Dia tidak punya alasan untuk menjauhi pria luar biasa baik, nan rupawan bin cerdas ini.

Sebenarnya  jika dipisahkan, kedua cerita di atas bukanlah sebuah hal penting yang harus kutuliskan di blog ku ini. Namun ceritanya tidak berhenti di sini, karena pria yang di maksudkan si Melati ini, tak lain dan tak bukan adalah si Boy. ( jiaaaaaaaah… dunia keciiiiiil bukaaaaan).

Setelah kupikir-pikir, sebenarnya dunia percintaan ( iyeeeks) tidak adil pada wanita. Wanita yang lebih sering menggunakan perasaannya dari pada logikanya, digariskan untuk tidak boleh mengatakan rasa sayangnya kepada seorang pria yang dikasihinya. Wanita hanya bisa sampai tahap memberikan #kode kepada kaum Adam ini. Iya kalau si Adam eh salah si Boy bisa menangkap “maksud” yang sedang dicoba untuk disampaikan. Masalahnya, si Boy jarang bisa menangkap maksud-maksud mereka. Atau sebenarnya si Boy ini sudah mengerti, namun enggan untuk menanggapi karena dia ( baca : mereka, si kaum Adam ) tidak mau kehilangan hal-hal indah dari si wanita. Namun sampai kapan para Mawar dan Melati ini harus menunggu, H2C ( Harap – Harap Cemas ) dan terbuai dalam harapan semu?

Jadiiiii… kali ini .. aku akan menuliskan kepada Adam- adam di luar sana. Jika teman wanita mu sudah melakukan, salah satu, atau salah dua, kadang juga salah tiga :D   dari hal-hal di bawah ini, tolong bukaaaaa mata mu lebih lebar lagi :D

  1. Kalian secara “tak sengaja” dalam waktu tertentu dan kontinu bertemu dengan mu di tempat yang “tak biasa” Misal : halte, stasiun, depan kantor, kantin, pom bensin, dll. She knows your rut!
  2. Secara rutin mengirimkan mu pesan-pesan tak penting di alat komunikasimu. She’s just want to make sure you know that  she (always) remember you all the time
  3. Menjawab bbm , sms , atau media messenger lain kurang dari 30 detik. Even to her bos, she won’t do it!
  4. Melengkapi diri dengan riasan ketika dia “tak sengaja” bertemu denganmu. She doesn’t want to be lousy when she meet you.
  5. Tertangkap mata sedang memandangimu, kemudian pura-pura tidak melihat. Oh Em Ji… Can’t you see that those eyes are shinning??
  6. Ketika kamu memberitahu dirinya kalau kamu sakit, dan kemudian dia lebih panik dari ibumu. Pleaseeeeeee be good on her.true love, cinta, woman shilouette
  7. Dia mengetahui kalau kamu habis potong rambut, dia melihat kalau di wajahmu ada luka karena pisau cukur, atau dia melihat lengan baju mu panjang sebelah. Well.. do you think she does it to every man? NO!
  8. Membelikanmu atau membawakanmu makan pagi, makan siang atau makan malam. She wants to make sure that you are starving.
  9. Berhenti menceritakan teman-teman prianya kepadamu. Dia akan memastikan bahwa tidak ada orang lain yang lebih penting dari kamu di kepalanya.
  10. Membawakanmu cake coklat (atau apapun) kesukaan mu dan memberimu hadiah di hari ulang tahun mu. hmmmm….
  11. Menyentuh lengan dan atau punggung mu. Should i make any explanations about this??
  12. Mendoakan mu di setiap pagi, siang, sore dan malam nya. Bahkan berpuasa untuk mu… Haiyaaaaaaah.. saiyah benar-benar merinding buat poin yang ini.

Dear Adams, it doesn’t take a genius to read between a line. Kalau kamu punya hati kepada wanita itu, langsung katakan, jangan biarkan dia menunggu terlalu lama. Jika tidak, berhentilah memberikan harapan palsu kepada nya

2 Comments (+add yours?)

  1. BekkaJuntak
    Jul 14, 2011 @ 18:45:41

    Mantaaaap!!!
    Dari yang ke semuanya, nomor berapa aja yang sudah kamu lakukan Ter? Hahaha… :-p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 115 other followers