Goodbye 2011, hallo 2012

2011 sudah akan berakhir, tinggal dlm hitungan menit nih. Aku mau bilang, kalau di 2011 ini, hidupku agak kurang berwarna. Begitu – begitu aja . Tapi aku banyak belajarlah di tahun ini. Tahun ini aku juga bertemu dengan orang-orang baru, ketemu karakter baru, ketemu masalah baru *gubraaaak*.

Bersyukur bangeeeeedh karena tahun ini aku bisa menutup tahun dan membuka tahun 2012, bersama dengan keluarga lengkap. Bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan bersama dengan orang-orang yang kusayang.

Entah mengapa, tahun 2011 ini aku banyak bertemu dengan orang – orang yang .. hmmm.. boleh dibilang, banyak menyakiti ku secara verbal. Sayangnya, orang – orang tersebut tak lain dan tak bukan, datang dari kelompok yang justru sangat aku sayang. Hatiku di tahun 2011 juga seriiiiiing banget terluka sana sini. Kalau misalnya itu hati diplester.. pasti sudah kayak ban, yang tambal sana tambal sini *haiyaaah*. Anyway, aku bersyukur, karena melalui mereka, karakterku dibangun. Terutama untuk karakter yang sabar. *hadeeeewww susahnyaa*
Tahun ini, aku juga sudah hmmm… gimana cara ngomong nya yah?? Ya intinya, sudah ada yang menggantikan posisi si Ksatria Bergitar ku yang dulunya wara wiri tanpa henti dipikiran dan hatiku. Hmmm… pada akhirnya aku sangat mengasihinya. Amat sangat mengasihinya. Walaupun dia salah satu orang yang paling banyak membuatku menangis. Mana setelahnya ngatain aku cengeng lagi. Kata sapah sih saiyah cengeng?? Tapi maafku selalu banyaaaaak bgt stok nya untuk dia. Sekali lagi aku katakan, ( lagiiiiii!!) aku sangat mengasihinya Entahlah dia tahu atau tidak.

Tahun ini aku juga kehilangan sebuah persahabatan. Sedih juga sih.. tp apa mau di kata yah.. Rasanya sakiiiiit ajah. Well.. I’m done lah..

Yowes, kebaktian awal tahun sudah mau dimulai di bawah. Keluarga besar Panjaitan sudah berkumpul. Kita akhiri saja dulu blognya yah. Aku bersyukur buat 2011, walau jujur tahun ini penuh dengan air mata. Goodbye 2011, thanks for all. Hallo 2012, please be good on me :)

Hide and (no one) Seek

Yipiiiiieee… aku sekarang dalam masa liburan panjang di akhir tahun. Ya ga kemana-mana sih, seputaran Jakarta – Puncak - Cianjur - Jakarta aja palingan. Keluarga besar dari Sumatera, justru liburan ke Jakarta. Jadi, kumpul2 sih dah pasti di rumah orang tua ku lah yaaaah :)

Pagi ini, aku mencari file di lappie, krn aku lupa membuat notulen meeting buat pagi ini. Ku carilah di box pencarian : notulen. Daaaaan… jeng jeeeeng… aku justru menemukan chat board kita di awal2. Lucu2 an yah… cela2 an nya lucu, omongannya terkontrol. Kamu ternyata bawel juga di awal, banyak nanya ini itu, cerita ini itu. Ya.. ringan2 saja sih. Tapi aku membacanya dengan amat sangat senang dan riang ( haiyaaaah!)

Satu setengah tahun berlalu, dan aku merindukan kita yang seperti dulu. Merindukan bercerita tanpa beban, merindukan saling memberi pendapat tanpa takut salah ngomong, merindukan ditanya-tanya dan nanya balik, merindukan gantung cerita sana sini ( yg ini kamu pasti sebel deh.. hehe ) Yaaaaa.. bisakah semuanya kembali seperti sedia kala?? Now, it’s seem so flat :(

Kamu dan aku banyak kemiripan pola berpikir. Kamu dah aku, sama-sama menyusun strategi, hidingbagaimana supaya tidak terlihat lebih dr yang lain. Tapi kemungkinan besar, keduanya sama-sama terluka namun terlalu gengsi untuk mengakui lebih dulu.

Aku capek… benar2 capek. Aku mau menghentikan permainan ini. Seharusnya ini bukan permainan ( * eeeh… kayak lagunya Gita Gutawa aja* ). It’s should be hide and seek games. Now we both hide, and pretend as no one seek, terutama saat kamu mudik di akhir tahun ini. Pada akhirnya, aku yang terlanjur sayang sama kamu.. hmmm.. aku ralat.. teramat sangat sayang sama kamu.. sementara kamu, masih saja bermain sana sini (*sediiiih*)

Buat kamu

Hai.. Pesan ini buat kamu… Ya benar, buat kamu. Kenapa, kamu bingung? Hehe.. Ngga usah :) Santai saja..

Aku sedikit tercengang dengan apa yang ada. Dahulu, semua indah ( haiyaaaah.. kayak lagu! ). Emang bener indah dan manis. Semua becandaan-becandaan kita, cela-celaan kita… acara nyicip sana nyicip sini.. kabur-kabur an di jam kerja. hahaha.. semuanya lah :D

Tapiiii… sekarang kok hilang yah?? Sekedar ingin bertanya… Ada apa yah dgn smuanya? Ada apa dgn kita? Semua keceriaan itu sirna, berganti dengan amarah dan kesedihan.  Kenapa terus menerus memarahiku? Kenapa kalau kamu bicara, seolah tidak mempertimbangkan sedikiiit saja perasaanku?
Aku mau tanya, are you ok there? Lagi pusing sm rencana mutasi “si bapak”? Atau, emang ada masalah lain yg aku ngga tau. I hope you will be fine.
bingung

Hmmm.. Salahku apa yah cuy? Kok kamu menjauh, seolah aku virus yang harus kamu hindari. Aku ngga tau dimana letak salahku. Apa karena “knop ac” ? Atau.. Krn aku salah baca tentang mu? Atau krn aku bener2 nyebelin yah cuy? Setidaknya, tolong beri aku satu alasan, supaya kupaham.

Oh iya, hari ini kebaktian. Biasanya kamu selalu mengajakku. Ternyata, sudah beberapa kali yah kamu tidak lagi mengajakku. Sayangnya.. Aku baru sadar tadi, krn sangat kentara.. Hehe, Telat memang sadarnya. Setelah dipikir-pikir lagi, kamu sudah 3x yah nolak ke Bandung. Kuajak pulang bareng  jg ga mau. Kamu ngga mau liat aku bertengkar lagi ya dgn dy? Padahal.. Aku emang ngajak nya kamu doank. Hmm.. Kamu ga mau ya kalo tanpa dia?

Aku jg bingung, sebenernya aku orang yang tidak tahan dengan bahasa dan ucapan yang kasar. Entah kenapa, untuk mu, stock maaf ku melimpah. So, sesakit-sakitnya hatiku, selalu bisa saja sembuh dalam semalam. Tapi kalau kamu menjauh, itu justru yang bikin aku jauuuuuh lebih sakit.

Cuy, boleh ga aku minta satuuu aja alasan? Dan mungkin alasan ini bisa membuatku sedikit demi sedikit menghentikan rasa sayang ku ke kamu, kalo emang ini yang kamu inginkan. Tapiii kamu jgn minta aku untuk sayang sm yg lain yah… Ngga akan berhasil. Saat ini cuma ada satu nama… it’s … :)

Oh iya, Senin depan kamu tugas lagi yah? Ada sedikit kekhawatiran.. Jika waktu memanggilku, setidaknya sudah kutinggalkan suatu jejak di pemakaman maya ku. Hmm…Kalau kamu berkenan, boleh kok mampir sesewaktu. Toh ada beberapa cerita tentang kamu disini :)
Aku minta maaf ya cuy, jika sudah mengecewakan atau membuatmu marah. So, kamu hati2 yah… Semoga semuanya lancar. Semoga ga ada hal2 yg bikin kamu BT. Semoga kamu sehat selalu.
May I say : see you, cuy! :)

.s.a.k.i.t.

Pembicaraan yang sempat memanas sore tadi, membuatku tercengang dan terpukul. Sempat terdiam di meja kerjaku, tanpa bisa mengerjakan apapun. Kupindahkan kursor komputer, agar segala macam tulisan yang sudah sempat tertumpah di sana, kiranya dapat kumengerti, atau setidaknya kubaca ulang.

Entah mengapa rasanya hati ini sakiiiiit sekali kamu perlakukan seperti ini. Belum pernah ada seorangpun teman priaku yang berkata-kata sedemikian perihnya kepadaku. Tidak seorangpun. Namun sore tadi, kamu benar-benar membuatkuterdiam. Sebegitu salahnya kah aku di hadapanmu, sehingga seluruh kata-kata itu layak kamu tujukan kepadaku? Sebegitu marahnya kah kamu, ketika kamu terbaca olehku? Rasanya ngeriiiii sekali.

Aku mencoba bertahan, mengatupkan bibirku, menggiring kepalaku untuk terus menatap plafon kantor, agar tidak ada air yang bisa jauh dr kerling mataku. Mencoba bekerja sama dengan kesepuluh jariku, agar tidak mengetikkan kata-kata yang tidak pantas. Dan mencoba mengusap dadaku berkali-kali, seolah berbisik kepadanya : sabaaaaaaarr.

Dan akhirnya aku bertahan. Entah dengan kekuatan dari mana yang kudapat, sehingga aku dapat menanggapi seluruh kepedihan yang kudapat sore tadi. Satu yang kukatakan kepada diriku sendiri : kamu tidak tahu keadaan ini secara utuh, dan tak mungkin pula kukatakan kepadamu.

Pilu, ya hatiku pilu teramat sangat. Seandainya kamu tahu keadaan ini secara utuh, gumamku dalam hati. Berkali-kali aku menarik nafasku dalam-dalam, berharap kiranya setiap udara yang kuhirup dapat membantu mengumpulkan pecahan-pecahan hatiku di dalam sana.  Membuang nafas dengan panjang, dengan harapan segala kesakitan yang ada di dalam hatiku kiranya juga bisa terbawa keluar.

Sepertinya aku tidak sekuat itu untuk bisa bertahan di tempat ini. Lambat laun kakiku goyah, lututku gemetar karena takut.

Aku takut jika ada kata-kataku menyakitimu, karena aku tahu kamu akan membalasnya berkali-kali lipat.

Aku takut, jika pendapat yang keluar dari mulutku akan benar-benar kamu taruh di bawah telapak kaki mu.

Aku takut,  jika suatu saat dimana aku benar-benar butuh kamu, kamu akan menjadi orang yang justru akan menghardik aku.

Segalanya… segalanya lalu lalang di kepala ku malam ini.

Mungkin aku bukan orang yang terlalu pandai , bahkan juga wanita secara fisik tidak akan pernah bisa disejajarkan dengan Nikita Willy atau Sandra Dewi. Pastinya, aku bukan orang yang paling tahu akan segalanya. Aku hanyalah seorang wanita biasa, dengan hati yang juga sudah pernah tercabik-cabik, yang menunggu janji Tuhan atas diriku. Sempat terpikir olehku, kalau rencana itu digenapi bersama denganmu. Hmmm… tp bagaimana mungkin, kamu pun belum bisa terlepas dari bayang masa lalumu.

Sakit?? iya …. bangeeeeeet cui :’(

Give up?? No way…

Back sound : Tuhan Pegang Tanganku – Rio Silaen :)

Izinkanlah Aku Menangis Malam Ini

Siang ini, tubuhku terasa sangat tidak bergairah. Lemas dan tidak bersemangat. Mungkin karena si tamu bulanan kembali menyapa di hari pertama. Tidak ada sedikitpun keinginan untuk melakukan sesuatu, Wanita menulis, corat - coret, surat kecuali hmmm…. mengambil pulpen dan mencorat coret kertas bekas meeting di hadapanku.

Ketika satu kata selesai tertulis, aku menarik nafas dalam – dalam, dan menghembuskannya kembali dengan cepat, lalu berpindah ke kata yang selanjutnya. Begitu seterusnya, berulang – ulang. Setelah kuperhatikan dengan lebih seksama, ternyata tanganku hanya berulang kali menuliskan kata-kata yang sama.  Kini kata “help” , “Lord” dan sebuah kata lain, lebih tepatnya inisial yang terdiri dari tiga huruf, sudah memenuhi pinggiran kertas bekas rapat mingguanku.

Sambil menulis, pikiranku kembali membuka segala hal yang sudah terjadi dibeberapa bulan yang lalu. Rasa nyeri di bagian bawah perutku, justru menajamkan ingatanku. Tepat tiga kali tamu bulananku sebelumnya menyapa, itulah masa terakhir dimana kami memiliki komunikasi yang baik. Berarti sudah dua bulan tepat, komunikasi yang ada terjalin dengan amat sangat minim. Bahkan bisa dikatakan tidak ada. Lalu aku bertanya kepada diriku sendiri : jika sekarang ini aku memiliki rasa rindu kepadanya, bukankah hal ini wajar? Atauuuu… apakah sebenarnya tidak wajar? *membenamkan wajahku pada lengan*

Di jam istirahat yang lalu, aku menemukan sebuah tulisan :

Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan karena dia ingin terlihat lemah,
melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.

Tuhan Yesus, jikalau rasa yang kini hadir di hatiku ini salah, ku mohon hilangkanlah rasa ini dan jikalau rinduku ini tidak seturut rancangan Mu, buanglah jauh – jauh rindu ini. Kumohon kuatkan hatiku untuk menerima jawaban Mu dan mungkin.. izinkanlah aku menangis malam ini.

Ayah yang Dirindukan

*Dari sebuah milis*

Ada sebuah kisah dari Spanyol tentang seorang ayah dan anak yang lama terpisah. Sang anak lari dari rumah, dan sang ayah mencarinya selama berbulan-bulan tanpa hasil. Akhirnya, sang ayah memasang iklan di sebuah surat kabar ibukota, berbunyi:

Paco sayang, temui aku di depan kantor surat kabar ini, jam 12 siang, hari Sabtu. Semuanya sudah aku ampuni. Aku mengasihimu.

Ayahmu.

Di hari Sabtu itu, ada 800 orang bernama Paco berkumpul, untuk mencari kasih dan pengampunan dari seorang ayah yang sangat mengasihinya.

Statistik mengatakan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih ayahnya akan tumbuh dengan kelainan perlaku, kecenderungan bunuh diri, dan menjadi kriminal yang kejam. Sekitar 70% dari penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah orang-orang yang bertumbuh tanpa ayah.

Ayah dan Anak

Para ayah, Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda. Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja, sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan  ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV.

Peluk anak-anak Anda, dengarkan cerita mereka, ajarkan kebenaran & moral. Dan Anda tidak akan menyesal, karena anak-anak Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan & persiapkan.

 

- Dad is a Son’s first hero and a Daughter’s first love - :)

 

It's you

:’)

Keinginan Menjelang Pagi

Dua hari yang amat sangat sungguh melelahkan bagiku. Dua hari sudah aku pulang dan menyapa peraduan menjelang ayam jantan berkokok, terutama untuk hari ini ( yang sudah dimulai beberapa jam yang lalu ). Berhadapan dengan seorang rekan yang benar-benar keras kepala luar biasa, dan mendewakan dirinya , membuatku putus asa dan nyaris kehilangan kesabaran. Ada yaaaa orang spt ini di muka bumi? Lelaaaah.. sungguh amat lelah tak terkatakan!!

Aku berusaha menenangkan diri. Menarik nafas panjang dan Hug me tightmenghembuskannya kembali secara perlahan. Terbersit  jauh di dalam lubuk hatiku, sebuah keinginan naif. Keinginan untuk menghadirkan dirinya di sisiku, saat ini.  Keinginan untuk sekedar duduk diam bersamanya di sini. Keinginan untuk menyenderkan kepalaku di bahunya. Kali ini aku amat butuh kehadirannya untuk mendekapku… untuk meredakan segala amarah dan luapan emosi yang ada. Lalu kuberpikir… kenapa dia?? Belum tentu dia bersedia melakukannya untukku. Ya… ini hanyalah sebuah harapan… sebuah keinginan.. di tengah malam menjelang pagi.

Lagu untuk “Dina”

Paduan Suara Zefanya (AKHIRNYAAAAA) latihan lagi. Umm… sudah sekitar tiga bulan kami tidak ada latihan sama sekali. Faktor terlalu banyak kegiatan yang saling tabrak menabrak, mungkin menjadi salah satu faktor pemicu kedua tidak adanya latihan. Faktor pertama??? Ya tentu saja, apalagi kalau bukan si virus MALAAAAAZ :(

Sepulang latihan Zefanya malam tadi, tidak seperti biasanya. Seluruh anggota sesegera mungkin ingin kembali ke rumah. Biasanya, Zefanyers paling suka makan-makan sambil kumpul di salah satu tempat langganan kami. Mungkin karena sebagian besar dari peserta kelelahan oleh karena festival fesparawi tadi pagi, malam itu kami sepakat untuk langsung pulang.

Aku mengendarai Si Merah dan membawa serta salah satu Zefanyers yang searah untuk pulang. Rumahnya cukup jauh, sehingga dia harus mengambil taksi lagi. Sambil menunggu taksi, aku bertanya-tanya dengan suangaaadh hati-hati kepada teman kami ini. Oh iya, kita sebut saja namanya Dina ya untuk mempermudah :)

Dina sudah kami ketahui memiliki kelainan dalam tubuhnya. Hmmm… kalau boleh digambarkan, Dina ini adalah wanita yang memiliki lebih dari 20 benjolan kecil maupun besar di payudaranya. Kelainan ini mulai diketahui tahun lalu, saat dia belum lagi menginjak umurnya yang ke 30. Dina masih diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk single. Sebenarnya, aku tidak sengaja mengetahui keadaan dia. Dimulai dari kejadian menjelang akhir tahun lalu, saat Zefanyers sedang makan-makan, aku sedikit terusik melihat si Dina ini yang memesan makanan “unik” . Maksudku dengan kata unik ini, dia tidak mau menggunakan bahan-bahan tertentu, tidak menggunakan segala bahan yang diawetkan, dan terakhir tidak mau memakan daging. Padahal si Dina itu, badannya sungguh amat jauh dari kata gemuk. Hmmm.. penasaran, aku bertanya padanya. Kemudian aku mendapatkan jawaban yang membuatku sungguh amat sangat menyesal, telah su’udzon padanya -,-

Dina harus menyangkal lidahnya. Dia tidak makan daging-dagingan karena daging-daging tersebut dapat mendorong pertumbuhan sel di dalam tubuhnya. Sungguhpun sudah diredam dengan obat-obatan, dan dihindari segala pencetusnya, sel-sel tersebut ternyata tetap bertumbuh dan berkembang. Malam tadi, sambil menunggu taksi yang memang cukup lama untuk lewat, aku memberanikan diri menanyakan keadaannya. Dina kemudian bercerita kalau dari tiga dokter yang menanganinya, ada dua dokter yang mencurigai kalau salah satu benjolan itu , bukan lagi dalam bentuk tumor, tapi sudah mulai mengarah ke kanker. Dan yang lebih menakutkan lagi, ternyata sekarang keluhan nya sudah mulai naik ke atas secara harafiah. Hmmm.. maksudku, sudah mulai merasakan nyeri dibagian kepala. Kemungkinan ada juga benda asing itu di kepalanya. Aku diam, tak mampu berkata-kata. Segala sesuatunya yang biasanya dengan mudah dapat kurangkai, tiba-tiba hilang di ujung lidahku. Diam mungkin adalah hal yang paling bijak dan paling membantu yang dapat kulakukan saat itu.

Tak lama Dina berkata : “Ya udah, kata dokter aku nggga boleh terlalu mikirin, ngga boleh setres, dan supaya aku menikmati hidup, dan terus berjuang untuk sembuh. Kalau umur sih, aku pasrah ya. Tuhan yang menentukan”  Aku hanya mengangguk, tanda setuju. Seketika itu pun, aku merasa jauuuuuuuuuhh lebih bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan memberikan kesehatan full kepadaku. Dan akupun merasa keciiiil berdiri di sisi Dina, yang sebenarnya badannya jauuuh lebih kecil dari aku. Aku merasa, Tuhan begitu percaya kalau Dina dapat menjalani segalanya. Tuhan begitu yakin , kalau Dina bisa melewati seluruh hidupnya bersama dengan Tuhan.

Tuhan tidak pernah salah menempatkan orang. Tuhan tidak pernah salah memilihkan jalan cerita bagi hidup seseorang. Dan aku juga yakin, bahwa Tuhan menyertai setiap anak-anaknya dengan caraNya. Oh iya, sebentar lagi aku bertugas, melayani di ibadah khusus ( Ibsus ). Salah satu lagu yang akan dinyanyikan hari ini adalah Bapa yang Setia. Hmmm.. lagu yang benar-benar menguatkan. Kalau Dina datang hari ini, aku ingin deh memberikan lagu ini untuk Dina :)
Haiyooooohh Dina…. cepat sembuh yaaa… Never give up, dear :)

Bapa yang Setia

Kau yang selalu mengasihiku, dengan kasih yang kekal. PengorbananMu membuatku merasa berharga di mata Mu.

Kau yang selalu menyayangiku dengan kasih yang sungguh. KehadiranMu membuatku mengerti, arti kehidupanku.

Kau Tuhan adalah Bapa yang Setia, tiada sekalipun ku ditinggalkan. Penghiburan yang kurindukan, selalu Kau sediakan.

Selamanya kusembah, Bapa yang Setia, takkan Kau biarkan ku tepisahkan.

Yesus Kaulah sumber pertolonganku yang dapat ku percaya

Protected: Happy birth day Mom…

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 105 other followers